![]() |
Manusia
adalah makhluq social, yang pastinya tidak bisa terlepaskan dari kehidupan
bermasyarakat. Tetapi pada dasarnya manusia memiliki watak serta karakter
bawaan dari dirinya sendiri seta dari setiap individu, punya kesempatan untuk
muncul sikap egois, untuk itu dari setiap individu punya pilihan, yakni
mengikuti egonya, mengalir bersama kehidupan masyarakat, serta memadukan antara
ego dan kemasyarakatan.
Dalam
bermasyarakat di kenal dengan kaidah social atau kaidah masyarakat yang
tentunya tidak bisa di tinggalkan oleh setiap individu sebagai bekal ia hidup
bersama masyarakat. Jika seorang individu meninggalkan kaidah-kaidah itu, maka
ia akan sulit di terima oleh anggota masyarakat tersebut.
Yang
menjadi focus bahasan dalam pembahasan kali ini yaitu, kaedah kepercayaan,
kaidah kepercayaan ini sebagai dasar setiap individu melakukan aktifitas yang
di dorong oleh kepercayaan di dalam hatinya, baik percaya pada barang ghoib
maupun barang yang kasat mata.
Negara
Indonesia adalah Negara yang mayoritas warganya beragama islam, sesuai yang
kita ketahui bahwa agama islam dalam jarannya selalu mengedepankan kepercayaan,
dalam kitab sucinya banyak ayat yang mengatakan bahwa amal sholihah (perbuatan terpuji), pasti sebelumnya ada kata amanu (iman atau percaya). Kalau umat
islam percaya terhadap barang yang nyata maka dapat di buktikan, tetapi
kepercayaan umat islam ini didasarkan oleh sesuatu yang tidak kasat mata yang
dipercayai memiliki kekuatan hebat. Itu semua membuktikan bahwa kepercayaan
umat islam ini sangatlah kuat serta tidak bisa terusik oleh siapapun.
Sebelum
Negara ini dimasuki oleh agama, tentunya memiliki ada ataupun kepercayaan yang
sngat kuat, dan ini semua dapat di buktikan oleh dakwahnya wali songo yang
tidak bisa memisahkan antara adat istiadat sera ajaran agama. Ini seuua
membuktikan bahwa adat istiadat masyarakat insonesia ini tidak bisa terusik,
meskipun kepercayaan terhadap agama juga kuat tetapi kepercayaan terhadap adat
istiadat ini juga kuat, serta tidak bisa terusik.
Khususnya
dalam masyarakat jawa banyak beberapa hal yang berkaitan dengan
kepercayaan yang mungkin banyak dari
kita berpendapat itu semua tidak masuk akal serta tidak bisa di nalar. Sebagai
contoh, anggota desa ini tidak boleh menikah dengan anggota desa itu, selatan
sungai tidak boleh menikah dengan utara sungai, kelahiran hari A tidak
boleh menikah dengan kelahiran B, hari A
tidak boleh membangun rumah, tempat ini
tidak boleh di bangun rumah, ketika lewat tempat ini harus permisi, serta masih
banyak lagi contoh contoh lain yang ungkin ketika kita fikir dengan akal normal
mungkin itu semua tidak masuk akal.
Dari
uraian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa ada dua kepercayaan dalam
masyarakat kita, kalo kita berpegang teguh pada agama islam maka kepercayaan
kita terhadap selain allah maka itu adalah syirik, kalau merujuk kepada hadis
nabi tentang cerita cerita umat terdahulu maka beliau berpesan, jangan kau
percaya sepenuhnya serta jangan kau bohongi sepenuhnya. Karena kita percaya
terhadap adat ini karena kita mendengar cerita-cerita dari nenek moyang kita.
Untuk itu pesan rosul itu sesuai dengan kasus ini.
Kalau
pun kita memegangi ajaran agama ini tentang kesyirikan serta meninggalkan
kepercayaan adat ataupun masyarakat kita, maka endingnya kita akan dapat
cemoohan dari masyarkata sekitar kita. Jika kita sudah seperti itu maka kita
akan menerima cap dari masyarakat bahwa kita menyalahi aturan aturan mereka. Dua
pilihan yang serba salah, terus milih yang mana …?agama…?kepercayaan adat…? Dua
duanya..?atau bahkan gak milih semua…….yang punya jawaban mohon di teruskan
tulisan ini..hehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar