Senin, 20 Maret 2017

Pilih yang mana ya ?


             Manusia adalah makhluq social, yang pastinya tidak bisa terlepaskan dari kehidupan bermasyarakat. Tetapi pada dasarnya manusia memiliki watak serta karakter bawaan dari dirinya sendiri seta dari setiap individu, punya kesempatan untuk muncul sikap egois, untuk itu dari setiap individu punya pilihan, yakni mengikuti egonya, mengalir bersama kehidupan masyarakat, serta memadukan antara ego dan kemasyarakatan.
            Dalam bermasyarakat di kenal dengan kaidah social atau kaidah masyarakat yang tentunya tidak bisa di tinggalkan oleh setiap individu sebagai bekal ia hidup bersama masyarakat. Jika seorang individu meninggalkan kaidah-kaidah itu, maka ia akan sulit di terima oleh anggota masyarakat tersebut.
            Yang menjadi focus bahasan dalam pembahasan kali ini yaitu, kaedah kepercayaan, kaidah kepercayaan ini sebagai dasar setiap individu melakukan aktifitas yang di dorong oleh kepercayaan di dalam hatinya, baik percaya pada barang ghoib maupun barang yang kasat mata.
            Negara Indonesia adalah Negara yang mayoritas warganya beragama islam, sesuai yang kita ketahui bahwa agama islam dalam jarannya selalu mengedepankan kepercayaan, dalam kitab sucinya banyak ayat yang mengatakan bahwa amal sholihah (perbuatan terpuji), pasti sebelumnya ada kata amanu (iman atau percaya). Kalau umat islam percaya terhadap barang yang nyata maka dapat di buktikan, tetapi kepercayaan umat islam ini didasarkan oleh sesuatu yang tidak kasat mata yang dipercayai memiliki kekuatan hebat. Itu semua membuktikan bahwa kepercayaan umat islam ini sangatlah kuat serta tidak bisa terusik oleh siapapun.
            Sebelum Negara ini dimasuki oleh agama, tentunya memiliki ada ataupun kepercayaan yang sngat kuat, dan ini semua dapat di buktikan oleh dakwahnya wali songo yang tidak bisa memisahkan antara adat istiadat sera ajaran agama. Ini seuua membuktikan bahwa adat istiadat masyarakat insonesia ini tidak bisa terusik, meskipun kepercayaan terhadap agama juga kuat tetapi kepercayaan terhadap adat istiadat ini juga kuat, serta tidak bisa terusik.
            Khususnya dalam masyarakat jawa banyak beberapa hal yang berkaitan dengan kepercayaan  yang mungkin banyak dari kita berpendapat itu semua tidak masuk akal serta tidak bisa di nalar. Sebagai contoh, anggota desa ini tidak boleh menikah dengan anggota desa itu, selatan sungai tidak boleh menikah dengan utara sungai, kelahiran hari A tidak boleh  menikah dengan kelahiran B, hari A tidak boleh membangun rumah,  tempat ini tidak boleh di bangun rumah, ketika lewat tempat ini harus permisi, serta masih banyak lagi contoh contoh lain yang ungkin ketika kita fikir dengan akal normal mungkin itu semua tidak masuk akal.
            Dari uraian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa ada dua kepercayaan dalam masyarakat kita, kalo kita berpegang teguh pada agama islam maka kepercayaan kita terhadap selain allah maka itu adalah syirik, kalau merujuk kepada hadis nabi tentang cerita cerita umat terdahulu maka beliau berpesan, jangan kau percaya sepenuhnya serta jangan kau bohongi sepenuhnya. Karena kita percaya terhadap adat ini karena kita mendengar cerita-cerita dari nenek moyang kita. Untuk itu pesan rosul itu sesuai dengan kasus ini.

            Kalau pun kita memegangi ajaran agama ini tentang kesyirikan serta meninggalkan kepercayaan adat ataupun masyarakat kita, maka endingnya kita akan dapat cemoohan dari masyarkata sekitar kita. Jika kita sudah seperti itu maka kita akan menerima cap dari masyarakat bahwa kita menyalahi aturan aturan mereka. Dua pilihan yang serba salah, terus milih yang mana …?agama…?kepercayaan adat…? Dua duanya..?atau bahkan gak milih semua…….yang punya jawaban mohon di teruskan tulisan ini..hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar