Selasa, 28 Maret 2017

Karakter menentukan kualitas kehidupan.



                  Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang stratifikasi social. Aku pun memberikan syarat jika aku di wajibkan tetap tinggal di pondok ini. Saya ingin menempat di asrama pondok MI (asrama yang santrinya setingkat sekolah dasar)/ harapan ku adalah, mengajari anak kecil itu lebih banyak manfaatnya, contoh baca qur’an, sholat, sampai tua pun ia akan tetap melakukan, kalau pun nagajari orangg besar, belum teentu ia melaksanakannya.
                  Ternyata permintaan ku itu di kabulkan, akhirnya aku jalani kehidupan, meskipun belum menikah tetapi harus berkutat dengan keseharian anak mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. (calon papa idaman..hehe). aku ingat inggat pendidikan di masa kecil ku, aku dulu kelas 1 SD juga sudah di masukkan di pondok pesantren. Satu hal yang sangat teringgat, semasa kecil ku ketika sebelum tidur, aku selalu di kasih cerita oleh aby, teentang wali wali, para kiai, dan yang paling banyak ialah tentang kehidupan di pesantren. Itu lah yang aku sadari tertanam dalam benak ku hingga aku suka hidup di pesantren, sampai sekarang hingga tak lagi nyaman ketika pulang di rummah.
                  Selain itu, aku dulu anaknya suka meminta sesuatu, khususnyya mainan, tapi ketika aku meminta kepada orang tua, ternyata nggak langsung di belikan (bukan tidak bisa atau tidak mau membelikann),  tetapi, selalu saja di di berikan sebuah syarat, baik itu harus ranking 1 ataupun harus hafal doa  ini atau itu. Akan tetapi namanya anak kecil ketika ingin sesuatu harus bisa terpenuhi, dan ituu pun menjadi penyemangat aku untuk memenuhi syarat syarat tersebut. Dari hafalan hhaffalan itu lah sampai umur seginii ternyatta, lebih kuat dan bertahan lama.
                  Juga ketika kecil, aku di ajjarkan tepat waktu, yang masihh akuu ingat, jam 4 sore kalau belum mandi, biasanya tongkat melayang, jam 11.30 kketika hari juum’at kalau belum berangkat ke masjid, tongkat melayang lahc, dan beberapa hal lain yang mendidik aku untuk selalu tepat waktu.
                  Iyu segelintir pendidikan atau penanaman karakter di masa kecilku, kemudian dii tambah penanaman karakter ku di masa kecil ku ketika aku di masukan di pondook pesantren. Satu hhal yang tertancap dalam kehiduppan ku, dulu pas di pondok para ustadz, kiiaii ketika berbiicara dengan ku menggunakan bosoo kromo (bahasa sopan dalam adat jawa). Ppadahal aku masih kecil, seharusnya aku yang hormat karena aku lebih kecil, ternyata itu lah pelajaran nagiku, supaya aku bisa menghargaii orang di sekkelilingku.
                  Dari pengalaman itu lah yang berusaha aku terapkan dalam  dunia ku saat ini, yaiitu harus mmengasuh anak kecil yamg lumayan menguuras fikiran ddan tenaga. Yyang ku alami saat ini adalah, anak  annak yyang ku hadapi saat ini addalah mayorittas bandel bandel, kareena kebanyakan adda masalah dari keluarganya, kurang kasih saying, tak ada yang urus, dsb. Dan tidak murni niattan mondok akan tetapi kareena masalah itu lahc di masukan di pesantren.
                  Di tempat ini lahc aku  bisa lebih banyak belajar lagi, beberrapa pelajaran bbagiku, akuu iitu orang ketika di pondok karena dengan kemalasan ku, aku sering menyuruh anak anak ku tapi pastinya aku beri imbalan, aku pun tak merasa bahwa itu kesalahan besar dalam hidup ku, ternyata  dari anak anak yang senior melakukan hal yang sama dengganku, menyuruh juniornya. Terus lagi, denggan kesibukan dan kemalasanku aku nggak pernah mencuci selalu aja laundry (mungkin ini penanaman karrakterku ketika masih kecil addalah di manja). Termyata ada lagi yang meniruku, senior menyuruh junior untuk mencuuci, jadinya akuu jadi berfikir, ternyata pendidiikan dan lingkungan lahh yyang memberikan karakter dalam anak serta menetukan masa deepannya.
                  Pada intinya penanaman karakter di masa kecil yang mmenetukan sifat dari seseorang ketika udah besar, jika karakter kketika ia masih kecil udah kuat, maka ketika dia besar dan di taruh di manapun, dia akan tetap, membawa karakternya  yang kuat itu. Dan setiap lembaga masyakat yang baik ialah yang memberikann karakter terhadap anak, lingkungan keluarga, sekoolah dan lain lain, serta tiga item yang harus mendukung, jika mau mendidik anak, yaiitu, keluarga, pendidikan, lingkunga, harus baik.

                  Teringat sebuah pesan ketika aku terjuun di dunia pendidikan, kalau jadi guru jangan niat mintarkan anak, tapi berikan pengertian terhadap anak, kkareena ketika dia pintar akan terkkesan minteri kalau diia ngerti, kan menjadi pengertian…..semoga bermanfaat

1 komentar: