Rabu, 20 Januari 2021

Memahami Kembali Memori Yang Kian Lalai Melalui Metode Santai

 

Transformasi kelembagaan PTKIN/PTKIS yang menjelma sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan pemberian gelar yang sama dengan PTN/PTS merupakan langkah transforamsional dalam dunia pendidikan di Indonesia dan persaingan dunia kerja. Tidak terkecuali dengan kondisi pendidikan dan keilmuan dalam bidang hukum. Dulu mahasiswa dari jurusan syariah maupun fakultas syariah dikenal sebagai mahasiswa yang berkutat pada mata kuliah yang berbau dengan hukum Islam. Sementara hari ini mahasiswa fakultas syariah dihadapkan dengan perpaduan antara mata kuliah hukum positif dan hukum Islam.

Sebagai mahasiswa di fakultas syariah dan hukum, penulis merasakan adanya sebuah model perkuliahan yang menyatukan berbagai minat kajian dan menfasilitasi semua tuntutan dari masyarakat. Pengalamaa penulis salah satunya ketika mengenyam mata kuliah hukum pidana internasional, meskipun mata kuliah bisa dibilang asing dan berseberangan dengan fokus dan minat kajian penulis. Namun teringat kata-kata yang pernah dilontarkan oleh Prof Mahfudz MD bahwa mahasiswa hukum itu tidak ada yang namanya fokus kajian, mahasiswa hukum harus menguasai berbagai bidang hukum, baik pidana maupun perdata.

Melalui kata tersebut setidaknya membuat penulis mengejar ketertinggalan dalam bidang hukum pidana, karena selama ini penulis terlalui focus dengan kajian-kajian hukum Islam dan sosiologi hukum. Salah satu pengalaman berharga penulis yang pernah lalui adalah menerima mata kuliah hukum pidana dan perdata internasional. Pengalaman berharga tersebut penulis dapatkan ketika menerima mengenai berbagai teori dan asas hukum yang digunakan dalam kajian hukum pidana dan perdata internasional. Kesan akan mata kuliah ini juga dirasakan dengan model perkuliahan yang terkesan lebih santai, mengena, dan efektif. Meskipun dalam suasana pandemi yang mengharuskan melakukan perkuliahan dengan online, namun model penugasan dan penjelasan dari dosen begitu mengena dan bisa difahami secara lengkap.

Kemenarikan kajian dalam mata kuliah tersebut juga dirasakan ketika ditugaskan mencari fenomena-fenomena dan perkara hukum pidana maupun pidana internasional dan kemudian merumuskan langkah penyelesainya. Hal ini tentu menarik ketika sebagian dari kita sebagai mahasiswa begitu gemar menonton berbagai film-film yang didalamnya ternyata terdapat perkara-perkara hukum inernasinal.

Kemenarikan lain dalam perkulihan hukum pidana dan perdata internasional ini adalah dari segi model penugasan. Dimana dalam model penugasan, dosen memberikan penugasan berupa analisa peristiwa yang kemudian dianalisa menggunakan teori-teori dan asas-asas hukum pidana serta perdata internasional untuk mengurainya. Dalam posisi ini mahasiswa dituntut menjadi seorang hakim yang ditugaskan untuk memutuskan sebuah perkara hukum. Kemenarikan lain adalah ketika tugasnya ditulis dan di uploade dalam sebuah blog pribadi, tentu model penugasan semacam ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkreasi serta memperdalam dalam dunia iterasi. Tentu kemampuan dalam dunia literasi dan kemampuan kedalaman analisa dalam sebuah peristiwa hukum suatu saat akan sangat berguna dalam perjalanan akademik maupun perjalanan hidup kedepannya.

Namun beberapa kendala yang menjadi kekhawatiran penulis adalah kita sebagai mahasiswa ketika mempresentasikan sebuah hasil analisa ternyata lebih terfokus pada menceritakan kasusnya. Meskipun sebenarnya dalam sebuah tulisan yang diunggahnya ternyata juga memberikan analisa yang tajam dan mendalam. Mungkit kita terlalu asyik bercerita yaaa, hehe. Yang pasti kesan penulis dalam mengikuti perkuliahan hukum pidana dan perdata internasional ini merasa sangat enjoy, menikmati, dan tentu juga faham meskipun sedikit demi sedikit. Meskipun juga sebenarnya penulis dari awal kesulitan memahami materi perkuliahan ini karena bukan minat kajian penulis, hehe. Akan tetapi melalui model perkuliahan yang asyik dan menyenangkan membuat penulis menjadi bisa mengikuti alur perkulihan dengan penuh rasa suka dan senang. Terimakasih atas segala ilmu dan motivasinya, semoga kebaikan selalu menyertai kita… Aamiin.

Tulungagung, 20 Januari 2021 Pukul 23.37.

Muhammad Ngizzul Muttaqin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar